Konsumsi Gula Berlebih Bisa Bikin Wajah Terlihat Lebih Tua, Ini Penyebabnya
Kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula secara berlebihan tidak hanya meningkatkan risiko penyakit metabolik, tetapi juga dapat mempercepat penuaan kulit
erlalu sering mengonsumsi minuman dan makanan manis ternyata bukan hanya meningkatkan risiko diabetes, tetapi juga dapat mempercepat proses penuaan kulit sehingga wajah terlihat lebih tua dari usia sebenarnya.
Dokter spesialis kulit dr. Annisa Anjani Ramadhan, Sp.D.V.E., mengungkapkan bahwa kesehatan kulit tidak hanya ditentukan oleh penggunaan skincare, tetapi juga sangat dipengaruhi pola makan dan gaya hidup sehari-hari. Salah satu faktor yang sering luput diperhatikan adalah konsumsi gula sederhana dalam jumlah berlebihan.
Dalam acara kesehatan yang digelar di Jakarta Selatan, dr. Annisa menjelaskan bahwa kadar gula yang terlalu tinggi dalam tubuh dapat memicu proses yang disebut glikasi. Proses ini terjadi ketika gula berlebih menempel pada protein dan jaringan tubuh, lalu membentuk senyawa yang dikenal sebagai Advanced Glycation End Products (AGEs). Senyawa inilah yang berkontribusi terhadap kerusakan sel dan mempercepat penuaan.
Gula Merusak Kolagen dan Elastin Kulit
Kolagen dan elastin merupakan dua protein penting yang menjaga kulit tetap kencang, kenyal, dan tampak muda. Namun, ketika proses glikasi terjadi, AGEs dapat merusak kedua protein tersebut sehingga kulit lebih cepat kehilangan elastisitasnya. Akibatnya, garis halus, keriput, dan kulit kendur muncul lebih dini.
Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa kadar gula darah yang tinggi dapat membuat seseorang tampak lebih tua dibandingkan usia biologisnya. Kondisi ini terjadi karena kerusakan jaringan berlangsung secara perlahan dan terus-menerus ketika asupan gula tidak terkendali.
Selain memengaruhi penampilan, konsumsi gula berlebihan juga dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan lain seperti obesitas, resistensi insulin, diabetes tipe 2, penyakit jantung, hingga gangguan fungsi hati dan ginjal.
Tidak Cukup Hanya Mengandalkan Skincare
Menurut dr. Annisa, penggunaan produk perawatan kulit tetap penting, tetapi hasilnya tidak akan optimal jika tidak dibarengi pola hidup sehat. Nutrisi yang baik, olahraga teratur, dan tidur cukup menjadi faktor yang sama pentingnya dalam menjaga kesehatan kulit.
Saat tidur, tubuh melakukan regenerasi sel termasuk pada kulit. Karena itu, orang dewasa dianjurkan tidur sekitar 6â8 jam per hari agar proses perbaikan jaringan berlangsung optimal. Aktivitas fisik yang rutin juga membantu menjaga sirkulasi darah dan metabolisme tubuh sehingga kesehatan kulit lebih terjaga.
Para ahli menyarankan masyarakat membatasi konsumsi minuman manis, makanan olahan tinggi gula, serta lebih banyak mengonsumsi buah, sayuran, ikan, dan sumber protein berkualitas untuk membantu menjaga kesehatan kulit dalam jangka panjang.



